Assalamu alaikum WW.,
Akhina fillah Tifatul Sembiring,
Di Republika hari ini (28/1) halaman 14 ada berita yang cukup mengejutkan saya. Judulnya ”PKS Siap Jadi Partai Terbuka Bagi Non Muslim”.
Ada beberapa hal yang ingin saya klarifikasi:
1. Benarkah statemen salah satu pembesar PKS di sana bahwa dalam rangka menjadi ”big party” dengan raihan dukungan 20 persen suara rakyat pada Pemilu 2009 nanti PKS siap menjadi partai terbuka bagi non muslim? PKS katanya ingin memaknai Islam dalam pengertian esensinya, dan bukan pada formalitasnya.
2. Ada pula statemen bahwa perubahan menjadi partai terbuka ini dalam rangka menciptakan situasi yang damai dan menghindari kekerasan seperti terorisme atas nama agama.
Bagi saya, terus terang langkah PKS kali ini cukup mengagetkan. Ini adalah pragmatisme politik yang (maaf) bisa makin menjauhkan diri dari Islam. Coba pikirkan dengan jernih, mana mungkin ada non muslim mau bahu membahu dengan PKS dalam memperjuangkan Islam?
Juga, tujuan merangkul mesra non muslim dalam rangka menciptakan situasi damai dan menghindari terorisme atas nama agama, sama saja dengan mengamini opini yang dikembangkan Amerika dan antek-anteknya selama ini bahwa sesungguhnya Islamlah biang teroris dan sumber kekerasan. Naudzu billah min dzalik.
Saya mohon pencerahan atas berita ini, apakah memang PKS sekarang sudah
makin ”modern”? Atau wartawannya saja yang salah kutip (kodenya: aas/ant).
Surabaya, 28 Januari 2008
M. Ihsan Abdul Djalil
Surat terbuka ini saya copy dari salah satu Milis di multiply dan membuat saya tergelitik untuk mengomntari serta menanyakan Tanya Tanya yang ada diotak saya yang penuh Tanya. Hehehehe,
HebOH….pertama berita ini turun dikalangan teman teman aktivis YM, kaget pertama kali baca dan langsung bilang
“Woiii,,, jangan fitnah dulu lah. Biarkan teman kita yang di PKS menjelaskan dulu”
beberapa argument datang secara tidak mengenakkan (memang kebenaran itu PAHIT dan menyakitkan)
yang sungguh mencengangkan lagi PKS mengaku Partai Plural dan katanya emang dari dulu lihat di www.pk-sejahtera.org.
hmmmmmmmmm,,,MIRIS! PKS terlanjur berbasic islam. Kini jadi PLURAL,,,,,
Arrrgggghhhh tabayun nindy ! dan beberapa kali diskusi dengan teman teman diluar harokah PKS, selalu NEGATIV maka dari itu berikan kami JAWABAN !
Satu hal yang saya mau tanyakan pada teman teman PKS yang budiman dan budiwati.
Bagaimana dengan seruan Allah tentang. Surat Al-Baqarah Ayat 120
mudah mudahan ada yang bisa menjawab dan sudi menjawab
“walan tardaa ‘anka alyahuudu walaa alnnashaaraa hattaa tattabi’a millatahum qul inna hudaa allaahi huwa alhudaa wala-ini ittaba’ta ahwaa-ahum ba’da alladzii jaa-aka mina al’ilmi maa laka mina allaahi min waliyyin walaa nashiirin”
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. “
bagaiaman dengan seruan dan peringatan Allah SWT diatas ini ?
Dalam ayat tersebut, Allah Swt berfirman: Wa lan tardhâ ‘anka al-Yahûdu wa lâ al-Nashârâ (orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang dan emang kaga bakalana senang sama orang islam). Ayat ini ngasih tau sikap Ya-hudi dan Nasrani terhadap Rasu-lullah saw dan para pengikutnya, tentunye kite-kite ini ummat Islam. Bahwa kedua golongan ahli kitab itu tidak akan ridha terhadap umat Islam. Sikap kaya gitu ga berlaku di masa lalu, tapi juga sekarang, dan nanti. Kenyataan itu dilukiskan ayat ini dengan kata LAN.
Secara bahasa, kata lan dipake buat menafikan sesuatu di masa datang. kalo dinyatakan lan tardhâ ‘anka al-Yahû-du, berati kaum Yahudi itu ga bakalan ridha kepada kamu (Nabi Muhammad saw dan para peng-ikutnya) sampe selamanya (Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’-ân al-’Azhîm, I/155; Ib-nu ‘Athiyyah, al-Muharrar al-Wajîz). Sikap yang sama juga dilakukan kaum Nashranai. Kata lâ sebelum al-Nashâra itu berguna buat mengukuhkan makna nafi sebelumnya (al-Alusi, Rûh al-Ma’ânî)
Karena Islam yang jadi pangkal penyebab kebencian mereka, kebencian mereka baru berakhir kalo kite kite nieh, umat Islam mao ngelepasin islam dan ikut agama mereka. Dalam frasa sesu-dahnya Allah Swt berfirman: hattâ tatta-bi’a millatahum (hingga kamu mengikuti agama mereka). Kata hattâ ngasih makna ghâyah atau sering disebut batas akhir. Itu berarti, mereka baru merasa lega alias seneng kalo umat Islam mau ikut ke agama mereka..
Bertolak dari pemahaman kek gini, apabila ada seorang Muslim atau kelompok Islam terlihat dicintai kaum Yahudi dan Nashrani, maka hanya ada dua kemungkinan. Pertama, kecintaan itu tidak tulus. Mereka hanya berpura-pura senang terhadap individu atau kelompok Muslim itu. Namun di dalam hati mereka sebenarnya masih tersimpan kebencian. bukan su’udzon, tapi kenyataan!
Di Parlemen dulu, M Natsir biasa kongkow dengan lawan-lawan politiknya yang berbeda keyakinan, baik itu Kristen maupun Kebatinan (Kejawen-kejawen gitu deh). Mereka ngopi bersama, kadang cengengesan bareng2. Tapi, Natsir tau tuh, mereka tetep kaga ridha dengan perjuangan penerapan syariat Islam kek yang ada di Piagam Jakarta ntu.
Kedua, kecintaan itu memang benar-benar tulus. kalo itu yang terjadi, berarti individu atau kelompok Islam itu telah mengikuti agama dan pandangan hidup Ahli Kitab itu. Semakin dia di-cintai, berarti dia kian jauh terperangkap dengan ajaran agama, pandangan, atau ideologi mereka. Sekalipun si Muslim kadang kaga sadar. Kondisi kedua inilah yang sebenarnya mereka inginkan dan senantiasa mereka upayakan. na’udzubilah!
sok mangga, argument saya yang dhoif ini di komentarin!
Januari 30, 2008 pukul 3:55 pm
Metode yang dianut oleh PKS dari awal memang tidak seperti yang diajarkan oleh Nabiyullah SAW. Tidak berpegang teguh pada Syari’at Islam dan tidak konsisten dalam menegakkan Hukum Islam. Menurut saya, hal ini sudah biasa terjadi, karena memang PKS bukanlah parti Islam, namun hanya partai yang didirikan oleh orang Islam, dan sebagian besar anggotanya Islam. Yang diperjuangkan pun kurang jelas. Wallahu’alam bi Ash Showab.
Mohon kalau ada orang PKS yang baca komen saya, tolong ditanggapi juga kalau ada kesalahan. Kebenaran saya kembalikan kepada ALLAH SWT.
Januari 30, 2008 pukul 4:14 pm
Rasulullah mengajarkan kita untuk adil, tidak hanya kepada sesama Muslim namun juga non-Muslim. Begitu juga dalam memperlakukan tamu, baik Muslim dan non-Muslim harus diperlakukan sama, seperti yang dicontohkan oleh nabi Sulaiman AS. Namun, tidaklah sepatutnya urusan ummat muslim dicampuri oleh non-Muslim, apalagi orang – orang yang benci terhadap Muslim.
Tidak patut juga seorang Muslim menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Rasulullah SAW memberikan teladan, betapa beliau dengan sabar menerima cercaan, ejekan, hujatan selama tidak kurang dari 11 tahun. Selama kurun waktu tersebut Rasulullah SAWhanya mendapat pengikut 40 orang saja. Namun Nabi Muhammad SAW tetap bersabar dan yakin akan pertolongan ALLAH, karena memegang teguh syari’at ALLAH.
Satu yang ana yakini, bahwa ALLAH akan menolong siapa saja yang mau dan ikhlas menolong Agama ALLAH. Tolong dikoreksi kalau ada kesalahan. Wallahu’alam bi Ash Showab.
Januari 30, 2008 pukul 4:32 pm
Wallahu’alam bhisawab………..
Januari 30, 2008 pukul 4:58 pm
tolong komen saya yang pertama dihapus, takut melkai perasaan sesama muslim yang lain…
Jazzakallah…
Surya
Januari 31, 2008 pukul 7:42 am
pragmatisme HTI…
katanya pejuang khilafah, eee.. Gaza dizalimi HTI adem ayem aja, sibuk diskusi khilafah ama syariah…
eit, sekalian nyebarin buletin menjelek2in HAMAS, emang gak ada kerjaan, namanya juga partai pragmatis
wong Rasul aja dakwah gak pake partai (hizbiyah)
Januari 31, 2008 pukul 8:16 am
orang islam katanya harus berbaik sangka. lihat dululah jangan gegabah menggosip saudara-saudaranya sendiri. sebagai orang biasa, bagi saya kiprah pks sudah ada buktinya. terkait itu kurang banyak, kurang sempurna dan kurang lainnya itu adalah sebuah proses panjang yang kita semua tidak boleh apriori.
bandingkan dengan teman-teman ht (lebih khusus hti). programnya kurang nyata, itu-itu saja (khilafah2 saja). mbok yao teman-teman hti itu bangun dari mimpi panjangnya. dunia tidak sekedar kata khilafah.
Januari 31, 2008 pukul 12:29 pm
pragmatisme HTI…
katanya pejuang khilafah, eee.. Gaza dizalimi HTI adem ayem aja, sibuk diskusi khilafah ama syariah…
eit, sekalian nyebarin buletin menjelek2in HAMAS, emang gak ada kerjaan, namanya juga partai pragmatis
wong Rasul aja dakwah gak pake partai (hizbiyah)
———————-
HT itu ada dimana mana, mungkin HT yang disini diam . tapi HT disana ? lah kok mo jihad ngomong2 harokahnya! emang Jihad bawa lebel HT, PKS, IM atau yang laenya !
apakah hanya mengandalkan harokah saja ketika mau berjihad. lah,,,,nanti kalo masuk surga juga pake LEBELLLLL dunks ???
nyiahahahahy
——
menggosip saudara-saudaranya sendiri
——-
Masya Allah, bukan menggosip kami yang berkecimpung didunia da’wah hanya inging mengintakan dan mengklarifikasi apa benar! dan ternyata ? buktinya ada dan NYATA !
Januari 31, 2008 pukul 1:51 pm
Assalamu’alaykum…
menanggapai soal PKS, kita sudah melihat pada dukungan PKS pada pemilihan gubernur DKI Jakarta, Adang Djorojatun-yang akhirnya kalah.Pada pemilihan ini, diberitakan dan banyak kawan2 aktivis mahasiswa terutama yg muslim terkejut atas dukungan terhadapnya.Kenapa, karena Adang adalah pendukung waria dan ketika itu mengadakan kampanye, memakai musik dangdut serta banyak teman2 putri berkerudung dan berjilbab ikut bergoyang.
Memang, pada awalnya banyak yg berharap PKS mengusung nama Islam adalah untuk menegakkan keadilan berdasarkan asas PKS.Sayangnya, orang2 didalamnya tak jarang mereka kurang dalam hal pemahaman agama.Ada pula yg lebih mementingkan poligami ketimbang masalah sosial kemasyarakatan.Namanya saja Hizbiyyah,suatu hal yang terlarang bila membawa nama agama.
Melihat sepak terjang Hizbiyyah Islam tak lepas dari pengaruh gerakan Timur Tengah. PKS adalah bentukan PK yang dipengaruhi oleh Ikhwanul Muslimin Mesir.Sedangkan HTI adalah bentukan HT dari Palestina, Pakistan.Sebuah kamapanye mereka adalah anti-yahudi, anti-Amerika dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.Memakai musik nasyid akapela sebagai ruh semangat dalam memompa para pemuda.Padahal kita tahu, musik akapela sering dipakai di gereja-gereja, kenapa mereka menyukai nasyid akapela?
Untuk masalah kenegaraan,dan perjuangan Islam saya mendukung PKS.Hanya saja, plural boleh tapi jangan sampai mempluralkan aqidah.Plural dalam hal legal-formal kenegaraan dan politik masih dibolehkan.Kemudian untuk HTI memang disayangkan, mereka masih terlalu utopis dan bias perjuangannya.Untuk di Indonesia tidak perlu khilafah.Sebab, Indonesia beraneka ragam corak dan budaya.Apabila diterapkan di Palestina, itu memang tepat.Karena HT lahir dari Palestina itu dimasudkan untuk menegakkan bumi khilafah Palestina yg hancur akibat Yahudi Israeli.
Kadang orang-orang pergerakan lupa,bahwa sejarah Hibiyyah lahir dimana dan untuk apa hakikat hizbi itu lahir…
Semoga bermanfaat.Wassalamu’alaykum wr wb.
Januari 31, 2008 pukul 2:02 pm
Sebuah jihad, tidak hanya mengandalkan haroki saja…
Tapi disesuaikan dengan lokasi geografis, situasi kultural, dan zamannya. Alangkah baiknya bila memakai metode akademis-religius.
Ketika saya bertanya kepada mereka yg ikut haroki, perjuangan yg bagaimanakah yg lebih utama?Mereka menjawab…Jihad. Jihad mempertaruhkan jiwa dan raga mereka untuk melawan Yahudi.Mereka lupa bila hidup di Indonesia.Mereka terlena oleh slogan2 anti Yahudi.Tak heran, masalah krusial di Indonesia seperti banjir, Lumpur Sidoarjo, konflik antar etnis, DLL tak terendus oleh mereka.Dikampus2 lebih banyak diskusi soal Palestina, boikot Amerika, dan Perang melawan Yahudi. Tapi kecintaan terhadap tanah air sendiri sudah lenyap.
Rata-rata pandai berbicara dengan menukilkan ayat2 Quran, mengambil ijtihad dari ulama2 bahkan tak heran pula melakukan taklid tertentu.Tapi dalam pelaksanaanya belum tentu seperti yang terucap.Semoga Alloh meperbaiki hidayahnya dan memberi kemudahan urusan kepada kita.
Alangkah indah bila Islam bersatu tanpa pecah menjadi Hizbi2 yang melupakan Islam secara kultural di Indonesia
Januari 31, 2008 pukul 2:19 pm
tulisan diatas NGAWUR ! (MAAP INI JUJUR)
HT berdiri di YORDAN !
makanya dengan adanya STRUKTUR kenegeraanya yang tidak jelas jadi ga bisa terurus nieh negara!
bukan ingin menuduh atau senang menuduh. kami hanya minta klarifikasi. Lalu, sekarang indonesia sudah berdiri sejaka dahulu kala, dengan sistem yang curat marut apa bisa mengatasi PROBLEM nya? yang ada korupsi makin merajalela, kalo pake hukum islam, pada takut mo korupsi juga orang dipotong tangan bahkan HUKUM MATI ! lah ini,,,,orang korupsi masih bisa jalan2 makan enak tidur nyenyak,,,,, INI YANG NAMNYA SISTEM MASIH BISA DIPERTAHANKAN?????
dan kalo anda orang ISLAM,
bagaimana dengan seruan ini !
“Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang Allah turunkan, jangan mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah Allah turunkan kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah Allah turunkan) maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak untuk menimpakan musibah atas mereka karena sebagian dosa-dosa mereka. Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (QS al-Maidah [4]: 49).
?????
Februari 1, 2008 pukul 3:21 am
memang teriak kebakaran tidak pernah akan membuat mulut menjadi panas. dan itulah yang sepertinya dijadikan jargon teman2 kami aktivis hti. mereka hobi diskusi, gembor2 khilafah. suka ngritik tapi anti di kritik (tidak percaya? coba aja kasih komen yang beda di di website resminya. hasilnya gak bakal dipublis). lha orang yang bermental kayak begini yang mo perjuangkan kholifah?
mas-mas/mbak-mbak hti, sebagai orang biasa saya mo tanya, kalian semua pada punya ktp gak ya?
Februari 1, 2008 pukul 5:25 am
Hayahhhhhhhh,,,,
kalo ga tau dalemnya ga usah ngomong! kenapa jadi bawa2 HTI yang kita bicarakan apa boleh kerjasama dengan NONI dalam memutuskan PERKARA?
hadoooooohh,,, OMIBNUSY sepertinya sentiment sekali dengan tulisan sayah ini ! ditanya Ayat aja bahas ayang laen .
ma’af
orang islam bukan?
Februari 1, 2008 pukul 9:40 am
Assalamu’alaykum
Pragmatisme Umat Islam Saat Ini ……………………
Pragmatisme Umat Islam Saat Ini ……………………
Pragmatisme Umat Islam Saat Ini ……………………
Di saat saudara kita butuh pertolongan, kita umat Islam disini malah bertengkar sendiri – sendiri. MasyaALLAH. Alangkah lebih baik apabila kita bersatu dan berhenti sejenak mempermasalahkan hal-hal seperti itu. MAsalah intern PKS, biarlah diurus oleh orang2 PKS. Sejenak kita bersatu dalam menegakkan Daulah Khilafah. Apakah cara yang kita gunakan tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, hanya ALLAH yang tahu – semuanya akan dihisab nanti di Akhirat. Semoga ini bisa menjadi bahan pelajaran. Wallahu’alam bi ashshowab.
———— Ingat, semakin lama kita bertengkar, semakin lama saudara – saudara kita merasakan sakit, semakin banyak saudara – saudara kita mati sia-sia. Mereka menunggu pertolongan kita, mengharapkan kita. ————-
Februari 1, 2008 pukul 11:13 am
ini hanya koreksi, bukan ngurusin aja. agar semua mata terbuka lebar! bahwa syari’at islam tidak bisa di NEGO !
Februari 1, 2008 pukul 11:57 am
— semoga yang menjadi sasaran koreksi sadar apa yang harus dikoreksi dan apa yang harus dilakukan untuk mengoreksi —
— semoga yang mengoreksi juga bisa mempertanggung jawabkan semua koreksi yang ditujukan —
Februari 1, 2008 pukul 12:01 pm
Insya Allah amin [-o<
Februari 2, 2008 pukul 3:38 am
itulah kelakuan orang hti, beda dikit aja sudah dikatain saya islam atau bukan. mas, saya ini sudah bersyahadat ketika masih di rahim ibu dan sudah diperbaharui pula.
mosok calon pemimpin khilafah suka nuduh seperti itu?
di hti gak boleh beda kirain isu ternyta benar. ijtihad MUI terkait idul adha yang beda dgn hti juga diancam neraka. lha apalagi saya yang sangat kurang ilmu …. astaghfirullah.
begini aja kualitas kader yang dimiliki hti? duh Gusti …..
apakah rosulullah, para sahabat dan lainnya pernah menduduh seperti itu mas? saya tanya ini lho krn benar2 gak tahu. Gusti …. Gusti.
Februari 2, 2008 pukul 6:20 am
Kasihan…PKS baru mau mulai yah..
Di Malaysia PAS udah lama ngulah begitu..
Akhirnya ke hari ini mereka lebih Pragmatik..
Ama HT mereka tolak/musuhi malah ama DAP(Partai Kafir di Malaysia) dan PKR(Partai Pembangkang beride Sekular) mereka berbaik-baikan malahan berkompromi lagi..
Hebat kan..!!
Februari 2, 2008 pukul 9:44 am
mas hti kok beberapa pertanyaan saya gak dijawab (malu ketahuan belangnya ya?). tuh kan bener mas2/mbak2 hti sukanya ngomong jorok tur nuduh. sekali lagi mental begini yang mo ciptakan khilafah? gak deh …
mas hti, kok bawa2 pks sih? bagi saya mo pks, ppp. pkb, golkar sekalipun kalo memang nyata memberikan sumbangsih untuk islam itu gak masalah. salafi dan JT juga. HTI? iya juga dong, itu juga saudara saya (saudara se aqidah-krn saya gak pernah mengkafirkan sdr sendiri, minimal mempertanyakannya). mas hti, berbeda wajar kan? mohon saya jangan diancam neraka dan pengkafiran ya. mosok mau diajrin orang biasa? malu dong!.
Februari 2, 2008 pukul 10:19 am
berlemah lembut dengan saudara sesama muslim, dan tegas terhadap kaum kafir…itulah sikap yang di contohkan Rasulullah
Februari 2, 2008 pukul 1:05 pm
hmmm…
kok malah jadi begini ya? ….. pake acara pengkafiran segala, astaggfirullah… ana coba mau meluruskan sedikit nieh, tapi kalo salah tolong dikoreksi :
Pertama, kita (orang HTI) tidak semudah itu menganggap orang kafir. Namun pada beberapa masalah memang tidak bisa ditolerir. Seperti masalah Ahmadiyah, yang sudah melenceng dari Islam. Seseorang dianggap kafir/tidak, kita kembalikan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Apabila memang seseorang sudah memenuhi syarat sebagai orang kafir seperti yang disebutkan di dalam kedua dasar tersebut, maka kita sebagai muslim harus bersikap sami’na wa ato’na. Tidak ada toleransi sama sekali.
Kedua, saya ingin meluruskan masalah saling mengkoreksi ini. Alangkah baiknya apabila suatu dugaan / isu dikonfirmasikan kepada harokah terkait. Tentunya kepada orang yang tahu, tidak kepada sembarang kader, agar jawaban yang diterima tidak asal-asalan dan menimbulkan kontroversi kembali.
Ketiga, kepada akhi ibnusy, ana sarankan, apabila anda kurang tahu, maka jangan sembarang men-judge sesuatu. Ketika anda menangkap suatu informasi, janganlah anda melihat siapa yang menyampaikan informasi, tapi PAHAMI dan PELAJARI akan kebenaran informasi tersebut. Saya pribadi, tidak ada masalah dengan kader PKS, karena saya yakin, tujuan perjuangan kami sama walaupun sedikit beda persepsi. Untuk anda, saya sarankan membaca beberapa referensi dari HTI yang terbuka untuk umum dan sudah dijual di toko-toko buku. Jadi anda akan lebih objektif dalam menilai.
Semoga komen ana bisa diambil hikmahnya, terutama untuk ana sendiri. Kebenaran saya kembalikan kepada ALLAH SWT, Wallahu’alam bi Ash Showab.
Februari 2, 2008 pukul 2:28 pm
Sepertinya mas ibnusy salah target tuh !
HTI yang itu bukan HIZBUT TAHRIR INDONESIA Tapi…. Halaqah Tadzwidil’ILMI………….
mbo ya diliat dolo, jangan maen seruduk ajah !
setuju dengan mas teh botol surya
hehehehe,,,,,
Kayanya BLOG saya makin PANASSSSSSS…………….
pada ngotot,
adu ottak bukun otot,,.,.,.
kalo bisa pake dalil yapz
Februari 2, 2008 pukul 4:41 pm
OK…..
SAYA fikir, perdebatan ini akan terus panas. kalau salah satu kita harus terus ngoto dengan argumentnya masing masing untuk harus selalu diterima dan dihargai. saya tahu, ketika nasehat ini begitu “menyakitkan” koreksi ini begitu terbuka, bukan untuk mencari musuh atau apa.awalnya saya mau diskusi kita damai. memberikan FAKTA yang ada. insya Allah, setiap pergerakan pasti ada kelemahan, karena yang ada didalam pengurusanya adalah manusia, bukan malaikat. sebaiknya akhiri diskusi ini. agar semua baik baik saja dan menurut saya argument teman2 cukup buat jadi referensi saya. dari sini kita tau bagaimana ummat islam sekrang, maknya KHILAFAH Susah tegak yak ? (termasuk saya) muhasabah diri
afwan jiddan kalo ada salah karena terkait dengan diri saya sebagai manusia dhoif, dan satu hal lagi. HANYA ORANG IKHLAS YANG MAU MENERIMA KEBENARAN.
Wassalamu’alaikum….
Februari 5, 2008 pukul 8:22 am
maaf mas jangan ditutup dulu. saya agak lama gak ikutan diskusi, alhamdulillah ahad kemarin dititipin putri lagi. doain ya.
Pertama, kita (orang HTI) tidak semudah itu menganggap orang kafir. tapi kenyataane kenapa saya dikatain brbanget: “ma’af, orang islam bukan?”. SEHARUSNYA ITU TIDAK PERLU
alhamdulillah jika teman2 hti tidak ada masalah dengan pks, tentunya juga dengan lainnya kan? PR kita banyak teman2. terkait dengan buku hti isinya gak masalah, cuman kadang buletinnya itu lho, bikin tambah gak karuan isinya. ingat, KADANG LHO. ok sepakat diskusi kita tutup.
Februari 7, 2008 pukul 7:42 am
gini lagi gini lagi. gitu lagi gitu lagi.
Februari 7, 2008 pukul 11:48 am
yang benar kan HTI….islam semua, demokrasi sistem kuffur, hebat..lihat saja kalau 2009 ikut pemilu apa mau menjilat ludah sendiri ngatain sistem kuffur
PKS memang dari dulu terbuka untuk orang agama apapun untuk masuk jadi kader. tidak dilarang kan dalam islam muslim bersekutu dengan orang kafir?
semua yang vertikal haram kecuali yang dicontohkan, dan semua yang horizontal halal sampai jelas diharamkan.
Februari 8, 2008 pukul 2:56 pm
duh PKS kian abu-abu? kalo perjuangkan Islam jangan setengah-tengah.
http://abasyah.blogspot.com/
http://pudarnya-idiologi-partai-islam.blogspot.com/
http://mengapa-negara-islam.blogspot.com/
Februari 11, 2008 pukul 9:22 am
assalamualaikum
—————————————————
Bolehkah seorang muslim menjadikan orang non muslim menjadi walinya? Adakah kondisi yang membolehkan terjadinya perwalian kepada orang non muslim?
Muwalat artinya menjadikan seseorang sebagai wali (pemimpin/penolong). Ketika seorang muslim menjadi wali bagi muslim lainnya merupakan sesuatu yang seharusnya terjadi, namun jika seorang muslim menjadikan orang nonmuslim menjadi walinya, akan didapati penjelasan-penjelasan yang melarangnya. Beberapa peristiwa berikut memperkuat ketidakbolehan menjadikan orang nonmuslim menjadi wali:
Surat Ali Imran/3:28
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman akrab) diluar orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian maka tiada baginya sesuatu (pertolongan) dari Allah, kecuali kamu menjaga diri dari mereka sesuatu yang ditakuti.
Berkait dengan turunnya ayat di atas IbnuAbbas meriwayatkan bahwa saat Rasulullah saw keluar pada perang Ahzab, Ubadah bin Shamit mengatakan bahwa ia mempunyai 500 orang teman Yahudi dan mengusulkan kepada Nabi untuk mengajak mereka menghadapi musuh bersama supaya dapat mengalahkan mereka, lalu Allah menurunkan ayat tersebut.
Surat Al Maidah/5:51
Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu menjadikan orang-orang yahudi dan orang-orang nashrani sebagai wali (kawan setia), sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barang siapa menjadikan mereka sebagai wali, maka ia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk orang-orang yang dlalim
Berkait dengan ayat diatas, Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa ada 2 orang yang telah mengadakan perjanjian setia dengan Bani Qainuqa’ yaitu Abdullah bin Ubay bin Salul dan Ubadah bin shamit. Pada saat Bani Qainuqa’ memerangi Rasulullah saw, Abdullah bin Ubay tetap memegang teguh perjanjiannya dengan Bani Qainuqa’ sedangkan Ubadah bin shamit melepaskan perjanjian itu dan menyatakan kesetiaannya kepada Rasulullah saw, lalu turunlah ayat tersebut.
——————————————————-
saya kira sudah jelas di 2 ayat diatas,
Februari 11, 2008 pukul 9:24 am
saya ngutip dari blog sebelah
Februari 14, 2008 pukul 7:37 am
aii mak jah…yang punya blog kok bawa2 nama blog saya sih..apalagi kalo yang jelek-jelek dialamatkan ke balog saya.. emang blog yang saya buat main seruduk aja???? lihat dong!! justru yg punya blog ini yang main seruduk, menjelek2in blog orang lain (tapi mafhum kok, kalau yg nyeruduk itu aktivis HTI, dah kebiasaannya, kalo dlm bahasa fiqh-nya dah jadi ‘urf…..)
buat yg punya blog, lihat tuh.. kalian dulu sibuk menggunjingkan AKP, nah sekarang pejuang AKP menggolkan di parlemen jilbab tidak boleh dilarang, nah…. perjuangan mereka jelas2 utk ummat..
pertanyaannya sekarang, HT yg teriak2 disana-sini (termasuk menjelek2in HAMAS dan AKP) dah berbuat apa yang dirasakan ummat (bukan orang HT) saya sendiri ga ngerasa, selain hujatan saja……BUKTIIN DONG!!!!!!
lebih lengkapnya kunjungi blog saya….ditunggu cik puan/cik puan
Februari 14, 2008 pukul 8:22 am
Good.
Saudaraku di depan layar sana…
Mohon ditabayunkan dulu mengenai permasalahan di atas. Bukan kah orang Islam begitu sikapanya? Mencari tahu dahulu permasalahan yang ada baru bertindak untuk menyikapi yang ada. Pun jikalau meluruskan, dengan cara yang baik juga. Bukankah Alloh saja memerintahkan kita berda’wah dengan ‘mauidzoh hasanah, jadil billati hia ahsan’? Lalu bagaimana dengan Anda?
Komentar di atas memang bagus, apalagi untuk menunjukkan bahwa Islam ini memang din yang paripurna. Lalu, dengan ummat yang menamakan dirinya muslim/ah, namun dalam kenyataannya perlu lagi mengkaji apa dan bagaimana kemuslim/ah-annya tersebut?? Saling menghujat saudaranya, etc. Lalu malah acuh dengan musuh Islam yang telah sangat nyata mengumandangkan genderang perang?
Silahkan direnungkan, dan yang terbaik adalah: LAKUKAN DEMI ISLAM, bukan GOLONGAN. Bersikaplah proaktif, usahakan tidak reaktif dengan polemik yang ada.
Apabila ada orang non-Islam yang melihat blog ini, dan ia apatis apalagi anti-Islam…bagaimana pendapatnya?
Wallohu a’lam bis showab.
Februari 14, 2008 pukul 8:25 am
Maaf, maksudnya bukan blog-nya, namun komentar yang ‘bernada tertentu’ seperti yang saya komentari.
Semoga difahami
Februari 15, 2008 pukul 3:06 am
^ga ada kerja lain selani menghujat HTI?
Februari 20, 2008 pukul 11:44 pm
sesungguhnya yang berhak memerintah tanah Islam adalah para mujahidin yang di berjuang melepaskan diri dari kaum kafir serta untuk menegakkan syariat Islam.Jadi merekalah yang berhak,mereka telah mengorbankan harta dan darah mereka,sedangkan orang yang selalu menyeru kepada perjuangan Islam namun melalui jalan yg salah spt demokrasi-parlementer ,maka sesungguhnya mereka tidak mengerti dakwah para Nabi dan Rosul yaitu menegakkan tauhid kemudian mempertahan kannya dengan jihad fiisabilillah spt yg di contohkan Rosululloh beserta para sahabat.
Kseimpulan:merekalah yg berjihad di tanah Irak,afghan,chechnya,patani .moro serta tanah islam yang di sana di kumandangkan jihadlah yang berhak memimpin khilafah islamiyah dimuka bumi.
Wallohu a’lam.
Februari 23, 2008 pukul 12:41 pm
he3x….
udah donk mas, abang, aa, akang, ayi, uwa dsb…
Saatnya kita bersatu untuk mencerahkan umat bahwa musuh kita bersama adalah segala bentuk Kekufuran. Kufur itu menolak Syari’ah Islam. Kalo yang kufur disebut kafir. Nah, jika ada pendeta menolak syari’ah memang mereka kafir. Jika ada partai yang menolak Syari’ah berarti partai kafir. Jika ada ormas yang menolak syari’ah berarti ormas kafir. Jika ada LSM menolak yang syari’ah berarti LSM kafir. Jika ada Kyai menolak syari’ah berarti Kyai…???!!! Jawab sendiri dech…
Makanya…udah donk jgn debat2an sesama muslim sekarang mah. Mending kita lawan sama2 kesewenangan/kekeliruan thd bidang ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, hankam, industri, aqidah terutama, juga akhlak, pengurusan kebutuhan umat dll dengan Syari’ah Islam. Oke? Saya kira tmn2 setuju koe kan? Iya toh?
Ayo bersama2 b’juang demi tegaknya Izzul Islam wal Muslimin…Allahuakbar!!!
April 1, 2008 pukul 4:45 pm
apakah yang kalian bicarakan itu langsung bersumber dari orangnya langsung atau cuma baru dari kata orang? jangan2 wartawannya itu salah?
sudah coba cari bayan dari DPP PKS belum? silakan kalian lihat di DPD PKS yang dekat kalian masing2.
insya Alloh ada karena saya pernah lihat di salah satu DPD PKS untuk mencari kejelasan berita tersebut.
ingat sesama sodara harus salaing mengingatkan dengan menegur langsung bukan dengan diskusi begini yang akhirnya justru dapat membuat pecah umat ini dengan argumen masing2 yang tidak berdasar bukti dan sumber yang jelas.
kapan kita akan menyeongsiong kembalinya Ke-Kholifah-an islam jika masing2 kita masih bertengkar dengan masalah furu’….. mana itu wasilah, mana itu tujuan, mana itu hakikat……
April 7, 2008 pukul 6:16 am
hik’s,
gwe terlambat niy ngikutin diskusi nyang enih nin….
Bro en sista, Islam ntu tidak mengajarkan kepada ummatnya untuk menjadi tukang vonis, tetapi Islam mengajak ummatnya untuk menjadi seorang da’i. Allah Ta’ala berfirman:”Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka” (Al Ghaasyiyah [88]: 21-22).
Disini gwe ngeliat antum semua pada maen vonis memvonis niy. Vonis yang sangat menyakitkan seperti kalimat “kafir”, “murtad”, “ahli neraka”, dan lain sebagainya udah saya baca di blog ini yang ditujukan pada gerakan dakwah lain. Kenafa siy demen banget hujat menghujat dan vonis memvonis seperti itu? Apakah Rasulullah dalam mengemban dakwah Islam seperti ini kah? Padahal Rasulullah pernah bersabda, “Saya tidak diutus untuk menjadi tukang cela, tetapi untuk menjadi pemberi rahmat” (liat di Tafsir Ibnu Katsir).
Hari ini gwe ngeliat pemilik blog ini di multiply memposting tentang ashobiyah, semoga kita bisa menuai hikmahnya.
Juni 29, 2008 pukul 3:55 pm
udah clear blm nehh,,??
Juli 13, 2008 pukul 2:11 am
hayoo…… sesama hizby jangan saling berdebat. PKS dan HTI??? Podo aye….. kembalilah kepada Al-Qur’an dan as sunnah sesuai apa yg di fahami para sahabat.
InsyaAllah kita akan menang. islam akan jaya. (an-nur:55)
tuntutlah ilmu bersama ustadz2 ahlussunnah. bukan ahlul hawa wal bid’ah
Agustus 5, 2008 pukul 2:28 am
hweeeeeeee asiiiiiiiiikkkkkkkkkk
udah….PKS ama HT perang aja….banyak non islam yang mau nonton tuh……..wekekekekeke….
katanya dah pada ngaji…
katanya saudara se iman….
lha kok?
ke laut aja dah…